Headlines News :
Home » , » membangun pesantren digital di dunia maya

membangun pesantren digital di dunia maya

Written By MAHRUSIN on Senin, 07 Mei 2012 | 03.58

Pesantren dan Peranannya


Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk asli budaya Indonesia. Keberadaan Pondok Pesantren di Indonesia telah dimulai sejak Islam masuk ke negeri ini dengan mengadopsi system pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Dan, sekarang ini banyak pesantren yang menyediakan menu pendidikan umum dalam pesantren. kemudian muncul istilah pesantren salaf dan pesantren modern. pesantren Salaf adalah pesantren yang murni mengajarkan Pendidikan agama sedangkan Pesantren modern menggunakan system pengajaran pendidikan umum atau kurikulum.

Dalam berbagai lini dan sisi kehidupan, pesantren telah membuktikan akan peranannya yang besar terhadap Bangsa Indonesia. Beberapa nama Pahlawan Nasional dan tokoh besar seperti KH. Zaenal Mustofa, KH Rukhiyat, KH. Hasyim Asyari, KH. Abdurrahmad Wahid  merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki produk unggul yang lahir dari rahim sebuah pendidikan di Pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak bisa lagi didakwa semata-mata sebagai lembaga keagamaan murni, tetapi juga (seharusnya) menjadi lembaga sosial yang hidup yang terus merespons carut marut persoalan masyarakat di sekitarnya.

Faktanya, animo masyarakat masih lebih cenderung memaparkan bahwa pesantren di identifikasi sebagai sistem kuno, primitive, kolot dan gagap teknologi . Pandangan Tersebut perlu di kaji ulang, Para santri sudah bisa berfikir mengikuti arus, munculnya buku pesantren digital, kitab kuning digital, jejaring sosial pesantren dan situs -situs yang di rajut oleh tangan alumnus pesantren merupakan segelincir bukti bahwa pesantren tidak kolot, pesantren tidak kuno dan pesantren tetap mengikuti zaman tanpa menggelincirkan al-qur’an dan sunnah.

Membuat dan Mengembangkan Pesantren digital

Sejak berkembangnya komunikasi internet, luapan informasi seolah menimpa kita semua. Keterbukaan informasi membuat jaringan internet pun tidak terbatas. Coba bayangkan, informasi apa yang tidak bisa diakses melalui internet?.

Berdasar dari falsafah kebebasan informasi yang ada di internet, pesantren, yang merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia, tentunya dituntut untuk menyesuaikan derap langkahnya tanpa meninggalkan paradigma lama (konsep salafiyah) yang dianutnya agar ciri khas dan peran serta pesantren tidak dianggap memudar mengiringi kemajuan teknologi.

Dengan berpegang kaidah Fiqh : al-muhafadloh ‘alal qodimi asshahih wal ‘akhdu ‘alal jadid aslah ‘melestarikan norma lama dan mengadopsi pembaharuan‘, sudah lebih dari cukup bagi insan pesantren untuk melakukan inovasi terhadap pendidikannya. Namun, harapan tersebut tidak akan maksimal apabila adanya pesantren hanya bisa berdiri pasif dengan media pendidikan yang kaku dan tidak bisa beriringan dengan kemajuan zaman.

Adanya media internet, membantu pendidikan islam jarak jauh. Lebih dari itu, dengan membuat sebuah website atau situs yang dapat diakses, sebuah pesantren digital dapat dibangun di dunia maya. Intinya, dengan sebuah inovasi media, pesantren mencoba hadir, beriringan, dan sejalan dalam memenuhi kebutuhan umat yang kesulitan mengikuti dan mendapat pendidikan islam di dunia nyata, dan memfasilitasinya dengan kegiatan yang mudah diakses, cepat, dan lebih personal dilengkapi dengan data dan literatur ke-islam-an yang terpusat.

Dengan sistem teknologi yang terpadu dan terencana, pesantren dapat menyelaraskan dengan kemajuan zaman. Lebih praktis lagi, bagi kalangan masyarakat yang membutuhkan informasi pendidikan agama namun sudah tidak memungkinkan lagi belajar di pesantren, dapat mengaksesnya di pesantren digital. Seorang pebisnis yang sibuk dapat sambil ‘nyantri’ di dunia maya disela-sela kesibukannya. Seorang aparat negara bisa mengakses informasi seputar agama di waktu istirahat kerjanya. Dengan demikian, berdirinya pesantren digital memberikan peluang kepada siapa pun untuk memperoleh pengetahuan agama dan penyebaran dakwa islam secara global.

Faktanya, masih minimnya pondok pesantren yang memanfaatkan teknologi internet sebagai wadah dakwah yang sangat luas. Berikut beberapa pondok pesantren di indonesia yang memiliki situs website resmi.

Harapan kami, akan lebih banyak lagi pondok pesantren yang mempunyai situs website resmi. sehingga semua dapat mendapat informasi lebih cepat dan luas. dan informasi serta kegiatan misalnya haul kyai dapat dinikmati orang banyak. meskipun durasi hanya beberapa menit atau cuplikannya saja. maka, insyaAllah akan lebih bermanfaat.

Selain situs website pesantren, juga masih ada sebuah jejaring sosial  bernama “facebook” yang sangat efektif sekali karena hampir setiap orang mempunyai akun tersebut. bahkan ada yang memiliki lebih dari satu. hal itu dapat dimanfaatkan oleh pesantren atau personal yang ingin berdakwah atau berbagi informasi tentang agama. semisal memanfaatkan group di facebook sebagai perkumpulan cendekiawan – cendekiawan muslim untuk saling bertukar pendapat dan informasi. namun sebagian orang juga masih kontroversial dengan adanya akun tersebut entah itu halal atau haram.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. MAHRUSIN' BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger