Headlines News :
Home » , , , » Ibnu Qayyim al-Jauzi

Ibnu Qayyim al-Jauzi

Written By MAHRUSIN on Minggu, 13 Mei 2012 | 03.00


1.1.       Riwayat Hidup
Dia bernama Imam Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’ad al-Zar’i al-Dimasyqi Syamsy al-Din Ibn Qayyim al-Jauzi. Ibnu Qayyim al-Jauzi adalah seorang tokoh yang memiliki semangat yang sangat tinggi dalam pengembangan ilmu, demikian pula dia memiliki banyak karya. Dia biasa dikenal dengan sebutan Syamsuddin (Mataharinya Agama).[1]
Ibnu Qayyim dilahirkan, dibesarkan dan dididik di lingkungan yang cinta akan ilmu, hingga tak mengherankan dia tumbuh sebagai seorang yang luas ilmunya. Dia merupakan seorang ulama yang terkenal akan ketakwaannya, kewara’annya dan kecerdasannya.
Dia dilahirkan di kota Damaskus pada tahun 691 H[2] atau bertepatan dengan 1292 M. Dia berguru pada beberapa ulama dan belajar ilmu far’aidl dari ayahnya sendiri.  Dari Ibnu al-Syihab al-Nabulsi, Qadli Taqiyyuddin bin Sulaiman, Isma’ail bin Maktum, dan lain lain-lain, Ibnu Qayyim belajar ilmu Hadis. Dia juga belajar bahasa Arab dari Abul Fadh al-Ba’li, kemudian belajar kitab al-Mulakhash-karya Abul Baqa’, al-Jurjaniyah, Alfiyah–ibnu Malik, dan lain sebagainya.  Tidak hanya cukup sampai di situ, seorang tokoh yang pandai dan sangat bersahaja ini juga mempelajari ilmu ushul dan fiqih kepada Syekh Shofiyuddin al-Hindi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syekh Isma’il bin Muhammad al-Harrani.[3]
Dia amat tekun dalam belajar kepada Ibnu Taimiyyah sejak kembali dari Mesir pada tahun 721 H sampai ahirnya Ibnu Taimiyyah meninggal dunia pada tahun 728 H.[4]

1.2.       Karya
Ibnu Qayyim termasuk salah seorang ulama yang produktif. Di antara karya-karyanya antara lain:
a.    Madarij al-Salikin
b.    Al-Ruh
c.    Hady al-Arwah fi Bilad al-Afrah
d.   Thariq al-Hijratain wa Bab al-Sa’adatain
e.    I’lam al-Mauqi’in ‘an Rabb al-‘Alamin
f.     Ijma’ al-Juyusy al-Islamiyah ‘ala Mahabah al-Mu’atthalah wa al-Jahmiyah
g.    Al-Thuruq al-Hukmiyah fi al-Siyasah al-Syar’iyah
h.    Tuhfah al-Maudud fi Ahkam al-Maulud
i.      Ahkam Ahl al-Dzimmah
j.      Al-Thib al-Nabawy
k.    Miftah Dar al-Sa’adah
l.      Al-Shawa’iq al-Mursalah fi al-Rad fi al-Jahmiyah wa al-Mu’atthalah
m.  Al-Shalah
n.    Akhbar al-Nisa’
o.    Al-Tafsir al-Qayyim, dan lain sebagainya.


[1] Muhammad ‘Ali Iyazi, Al-Mufassirun; Hayatuhum wa Manhajuhum, cet. I, (Teheran: Muassasah al-Tiba’ah wa al-Nasr Wizarah al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islami, 1414 H), 184.
[2]Ibid,.
[3] Abu Bakr Abdulah Abi Zaid, Ibnu Qayyim al-Jauzi: Hayatuhu wa Atsaruhu wa Mawaariduhu, (Riyadl: Daarul ‘Ashimah, tt), 400. 
[4] Ketika itu dia masih sangat muda, memiliki kekuatan yang optimal, kecerikan yang sempurna, lalu dia bias mengabil dari ilmunya yang luas dan mengikuti eberapa ijtihadnya yang matang dan lurus. Dia sangat sayang kepada gurunya hingga sampai dia mengmbil kebanyakan hasil ijtihadnya, membelanya, dan mengembangkan dalil atas kebenaran yang disampaikan, serta melemahkan pendapat yang bertentangan dengannya.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. MAHRUSIN' BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger